Dipetik dari http://akuislam.com/blog/#axzz1gQQSzq3j

Gadis A : “Aku masih ada dara, tak pernah bercium, pegangan tangan, bercumbuan, atau jalan-jalan berduaan dengan bukan muhrimku, dan dengan mana-mana lelaki…”

Gadis B : menjeling….. “Wei, aku percayalah…”

Gadis A : “Ya, AKU MASIH DARA!” Aku masih dara, suci 100 peratus, tidak kurang sedikit pun, aku tidak pernah “couple” seperti orang lain. Sebab aku melihat lelaki itu dari sudut bagaimana cara dia berpikir dikepalanya, bukan “cara tangan dan cara matanya” melihat aku..

Gadis B : “Bodoh la kau ni..”

Gadis A : Biar, aku lebih suka dipanggil “Bodoh” sebab bodoh itu melindungiku dari melakukan perkara-perkara “bijak” tapi sebenarnya aku sendiri TIDAK TAHU .

Gadis B : “Please lah, sekarang bukan zaman orang simpan dara lah….”

Gadis A : Ya, benar, sekarang memang bukan zamannya menyembunyikan perkara “tabu” kalau bercakap soal dara, zaman sekarang memang sudah terbuka, orang boleh bercakap dari sudut mana-mana pun, dengan pelbagai pandangan tentang “dara” ni. Silakan. Tapi sorry, tidak bagi aku ok..

Gadis B : “Oo patut la kau belum ade boyfriend…”

Gadis A : “Couple…? Aku hanya mencari suami yang boleh dijadikan kekasih, bukan kekasih yang belum tentu jadi suami

Gadis B : ” Ee.. Kau tak jeles ke tengok kami ada pasangan masing-masing? Rasa bahagia tau..”

Gadis A : “Aku lebih risaukan Allah cemburu terhadapku. Aku rasa lebih bahagia jika Allah mengasihi aku..”

Gadis B : “Kolot, Kuno, tak pandai  bergaul, Ketinggalan zaman zaman…”

Gadis A : “Takpe, aku tak kisah. Yang kata aku kolot, kuno, tak pandai  bergaul, ketinggalan zaman. Itu kan hanya dimata manusia. Dimata Allah, tidak…!”

Gadis B : “Tak payah jadi Hipokrit la..!!!”

Gadis A : “Hipokrit  itu adalah orang yang tak konsisten.. Cakap lain tapi belakang buat lain. Tapi bab menjaga keperawanan itu kewajipan!”

Gadis B : Pura-pura suci la kau nih !”

Gadis A : “Bukankah “Kesucian” seorang wanita memang harus dijaga?  Kamu perempuan adalah memang anak ayah dan ibumu, tetapi sebenarnya kamu itu juga adalah kiriman kepada suamimu daripada mereka. Jadi harus dijaga semuanya, jangan ada yang hilang. Dijaga elok – elok  sampai nanti suami mu membawamu pergi dari mereka dengan satu ikatan yang suci dan diredhai . Adakah kamu mahu nanti dituduh oleh  ayah dan ibumu tidak amanah menjaga kirimannya?”

Gadis B : grr… =.=”

 

Kesimpulan:
“Hidup ini pilihan dan setiap pilihan ada akibatnya, ada tanggung jawab baik dimata manusia mahupun dimata Tuhan. Kita boleh lakukan apa saja kerana itu fitrah kita sebagai manusia ingin bebas. Tetapi sebagai perempuan, alangkah indahnya kalau kita dapat menjaga KEPERAWANAN kita secara utuh, sehingga dipersatukan Allah dalam ikatan suci perkahwinan.

About inksensei

STAY ALiVE 2:154 is the official inksensei's blog & project.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s